Budaya Sekolah Aman dan Nyaman adalah keseluruhan tata nilai, sikap, kebiasaan, dan perilaku yang dibangun di lingkungan sekolah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan spiritual, pelindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital demi menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi warga sekolah.Pelaksanaan kebijakan ini memperkuat peran empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media, sebagai ekosistem yang saling berkolaborasi dan berpartisipasi dalam membangun budaya aman dan nyaman.“Aturan ini menjadi landasan untuk semua pihak dapat melaksanakan perannya sesuai dengan tata cara penyelenggaraan negara. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita memahami, menerapkan, dan menjadikannya sebagai budaya, nilai moral, pranata, serta perilaku yang menumbuhkan rasa aman bagi siapapun yang berada di sekolah,” ucap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di SMP Negeri 2 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).Permendikdasmen tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman mengarahkan perubahan melalui enam fokus utama, yaitu 1) memperkuat promotif preventif; 2) perluasan pelindungan; 3) partisipasi semesta;4) aspek aman dan nyaman; 5) penanganan kolaboratif; dan 6) pendekatan litigasi ke non-litigasi.Lebih lanjut, Mendikdasmen pun menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan usaha bersama untuk membangun lingkungan sosial, alam, dan seluruh ekosistem sekolah yang aman dan nyaman, melalui pendekatan humanis, komprehensif, dan partisipatif.Sumber/ selengkapnya; https://bbgtkjateng.kemendikdasmen.go.id/blog/bangun-lingkungan-belajar-aman-dan-nyaman,-kemendikdasmen-terbitkan-permendikdasmen-nomor-6-tahun-2026 Navigasi pos Praktik Baek Pendaftaran TKA SD dan SMP Tahun 2026