Guru SD Negeri Rangga Surya, Kabupaten Barito Kuala, Resty Fathma, menilai pendekatan humanis pada Budaya Aman dan Nyaman lebih efektif dalam mencegah dan menangani berbagai isu di sekolah. Ia pun berharap agar peraturan ini dapat diterapkan dengan baik di seluruh sekolah di Indonesia, karena sangat bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.“Harapan saya, siswa bisa lebih mengembangkan potensinya di sekolah karena sudah merasa aman dan nyaman,” ucap Resty.Kepala SD Negeri 1 Landasan Ulin Selatan, Kota Banjarbaru, Suadmaji, menyebut kebijakan ini sebagai dorongan kuat agar sekolah benar-benar menjadi ruang belajar yang aman bagi murid.“Ini menjadi harapan dari guru-guru di Indonesia selama ini. Orang tua pun merasa menjadi lebih aman ketika anak-anak berada di sekolah. Dengan adanya peraturan ini, guru dan anak-anak bisa lebih nyaman di sekolah,” katanya.Sementara itu, siswa SMA Negeri 4 Banjarbaru, Abruri, memaknai sekolah yang aman dan nyaman sebagai lingkungan yang saling menjaga dan mendukung tanpa sekat. “Menurut saya, sekolah yang aman dan nyaman adalah yang saling menjaga dan mendukung, tidak ada kelompok-kelompok. Semuanya bebas bisa saling berteman,” ucap Abruri.Siswa SMA Negeri 5 Banjarbaru, Umi, turut menyampaikan komitmennya sebagai murid untuk ikut serta mewujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman.“Saya akan berusaha berteman dengan baik serta mengembangkan minat dan bakat. Agar kita bisa berkembang dengan baik dan menemukan potensi kita, kita juga perlu dukungan dari teman-teman kita, oleh karena itu kita harus selalu rukun bersama teman,” pungkasnya.Sumber/ selengkapnya; https://bbgtkjateng.kemendikdasmen.go.id/blog/bangun-lingkungan-belajar-aman-dan-nyaman,-kemendikdasmen-terbitkan-permendikdasmen-nomor-6-tahun-2026 Navigasi pos Kemendikdasmen Dukung Pembersihan Sekolah di Aceh Tamiang, Warga Sekolah Sampaikan Apresiasi Bangun Lingkungan Belajar Aman dan Nyaman